Text
Remaja Broken Home di Gereja Kristen Pasundan Jemaat Awiligar dari Perspektif Pendampingan Pastoral
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang remaja yang mengalami broken home di Gereja Kristen Pasundan Jemaat Awiligar. Ditemukan tiga tipe remaja broken home berdasarkan faktor-faktor penyebab serta dampak yang mereka alami disaat mereka belum mampu mengontrol emosi serta tidak memiliki tempat untuk mengekspresikan apa yang dirasakan. Metode yang digunakan yaitu, metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam dan dinamis kepada pendeta, majelis, jemaat, dan remaja broken home di GKP Awiligar. Teori yang digunakan yakni teori pendampingan pastoral, broken home merupakan suatu keadaan rumah tangga yang sudah tidak harmonis atau tidak utuh yang disebabkan oleh disfungsi masing-masing anggota keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya tiga tipe remaja broken home dengan pergumulannya masing-masing yang terdapat di GKP Awiligar. Dalam hal ini gereja tentu sudah memiliki upaya yang dilakukan meskipun belum bisa berjalan secara maksimal dikarenakan keterbatasan sumber daya dan berbagai macam hal lainnya. Dengan mengkolaborasikan upaya yang telah gereja lakukan dengan teori pendampingan pastoral yang didalamnya berisi pendekatan-pendekatan, fungsi, dan strategi pendampingan pastoral akan membantu gereja untuk bisa mengetahui tindakan yang harus dilakukan dalam menangani para remaja broken home berdasarkan tipe-tipe yang ada. Penulis pun menekankan fungsi yang sekiranya relevan dengan pergumulan setiap tipe remaja broken home serta dimensi pendampingan yang sangat tepat yakni pada tahap penerimaan diri.
Kata Kunci: Pendampingan Pastoral, Broken Home, Remaja Gereja
| S00002 | Perpustakaan | Available |
No other version available