Text
Pendampingan Pastoral Pernikahan (Suatu Kajian terhadap Pasangan Nikah di GKP Jemaat Seroja yang Berlatar Agama Islam
Dalam konteks pluralisme beragama di Indonesia, pernikahan pasangan yang dahulu beda agama ini bukanlah sesuatu hal yang baru dan mengejutkan. Di jemaat Gereja Kristen Pasundan jemaat Seroja, pernikahan kristen terhadap pasangan yang dahulu berbeda agama telah beberapa kali terjadi.
Pernikahan tentu tidak luput dari permasalahan yang di dalamnya terdapat masalah-masalah yang prinsipil diantaranya keperbedaan pendapat, keegoisan dalam berpikir, pengambilan keputusan yang sepihak, dan lain-lain. Permasalahan pernikahan tidak hanya menyangkut masalah seperti keperbedaan pendapat, keegoisan dalam berpikir, pengambilan keputusan yang sepihak. Berkaitan dengan hal itu, yang penting adalah bagaimana mencari akar dari sebuah permasalahan yang terjadi. Dalam hal ini, yang dahulu pasangan tersebut mempunyai latar belakang yang agama yang berbeda, sehingga di dalam menangani permasalahan itu, maka memungkinkan untuk mencari solusi yang terbaik bagi pasangan tersebut. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan pastoral pernikahan.
Secara esensial baik pernikahan yang dahulunya berlatar belakang kristen maupun beda agama, tetap mempunyai permasalahan pernikahan yang sama. Tetapi penulis, ingin melihat lebih permasalahan utama di dalam pernikahan yang dahulunya berlatar-belakang agama Islam di Gereja Kristen Pasundan jemaat Seroja. Hal ini, merupakan upaya membangun pemahaman jemaat dalam pendampingan pastoral pernikahan di Gereja Kristen Pasundan jemaat Seroja.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis melakukan penelitian tentang "Pendampingan Pastoral Pernikahan (Suatu kajian Pastoral terhadap pasangan nikah di GKP jemaat Seroja yang berlatar belakang agama Islam)". Untuk mendapatkan data, penulis mengambil sebanyak 10 pasangan yang dahulu salah satunya berlatar belakang agama Islam. Penulis juga menyertakan subjek penelitian yaitu Pendeta atau Majelis sebagai yang memberikan pendampingan terhadap pasangan yang dahulu salah satunya berlatar belakang agama Islam di GKP Seroja. Metode pengumpulan data adalah menggunakan metode wawancara dan pengamatan/observasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif deskriptif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Masalah-masalah yang dihadapi oleh pasangan yang dahulu beda agama Islam-Kristen adalah karena adanya ketidakpuasan terhadap pasangan dalam hal: keikutseteraan pasangan dalam kegiatan gereja yang minim/ tidak sama sekali, kasih dan sayang yang diberikan oleh pasangan, sikap saling menghargai antara suami/istri dengan pasangannya, dukungan dari pasangan pada masa sukar, kejujuran yang ditunjukkan/diberikan pasangan dalam segala hal, sikap saling mengampuni atas berbagai kesalahan yang telah diperbuat baik sengaja atau tidak, sikap dan cara dalam menyelesaikan masalah bersama dengan pasangan, kepekaan perasaan terhadap pasangannya, keikutseteraan pasangan dalam kegiatan gereja, dukungan dari pasangan dalam mengembangkan potensi/talenta yang dimiliki, sikap pasangan ketika menjadi pendengar yang baik serta kecukupan waktu untuk bersama-sama dengan pasangan.
2. Pendampingan pastoral pernikahan yang dilakukan di Gereja Kristen Pasundan jemaat Seroja terhadap pasangan yang dahulu beda agama Islam-Kristen adalah dengan melakukan bina keluarga baik itu pada keluarga dengan usia pernikahan sampai 0-10 tahun maupun pada keluarga dengan usia pernikahan lebih dari 10 tahun sampai mereka pada usia sampai 50 tahun.
| S00007 | Perpustakaan | Available |
No other version available