Text
Mendulang Makna Dari Identitas Campuran Komunitas Kristen Pribumi Anthing
Tulisan ini berfokus pada penelitian terhadap sejarah pekabaran Injil di tanah Pasundan abad ke-19. Dengan mengusung F.L. Anthing dan para penginjilnya sebagai pewarta Injil, tulisan ini mencoba menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang (swasta) yang membangun sebuah komunitas Kristen di kalangan kaum pribumi dengan tetap mempertahankan identitas kepribumiannya secara otentik. Identitas tersebut dibangun atas kesadaran pada makna Injil yang berjumpa dengan konteks lokalitas kehadirannya. Dengan demikian, tulisan ini bertujuan untuk mendekonstruksi identitas suatu komunitas Kristen pribumi di tanah Pasundan abad ke-19 dan mendulang makna atas hasil dekonstruksi tersebut sebagai refleksi kehidupan masa kini.
Melalui perspektif studi pascakolonial, dengan menelisik pada konsep campuran (hibriditas) Homi K. Bhabha, tulisan ini dihasilkan dengan cara menganalisis konstruksi identitas yang terbangun atas pola hubungan yang bercampur baur pada masa sejarah perjumpaan antara kekristenan dan kehidupan masyarakat pribumi. Hal itulah yang dapat ditemui dari perkembangan komunitas Kristen pribumi Anthing di Batavia dan sekitarnya.
Dengan demikian, penunjukan isi dan bentuk pada suatu proses negosiasi, pertarungan (contestation), mimikri (peniruan), dapat dihasilkan bahwa komunitas Kristen pribumi Anthing di Batavia dan sekitarnya pada abad ke-19 membangun identitas yang otentik. Identitas tersebut harus dipahami dalam kaitannya dengan cara-cara pribumi yang dilakukan oleh Anthing dan penginjilnya.
| S00022 | Perpustakaan | Available |
No other version available