Perpustakaan GKP

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of There Is No Wind For Ships That Have No Port: Sebuah Tinjauan Kritis Terhadap Pernyusunan Program di GKP Tanah Tinggi

Text

There Is No Wind For Ships That Have No Port: Sebuah Tinjauan Kritis Terhadap Pernyusunan Program di GKP Tanah Tinggi

Dina Esterina - Personal Name;

Organisasi memerlukan tujuan. Tanpa tujuan, organisasi akan kehilangan jiwa dan dinamikanya. Ia tidak tahu akan bergerak ke mana. Sebuah tujuan vital bagi sebuah organisasi.

Gereja adalah sebuah organisasi karena ia memiliki unsur-unsur yang dimiliki organisasi. Gereja juga harus punya tujuan. Gereja adalah sebuah organisasi yang khas karena alasan dan keberadaannya. Dan karenanya, tujuan yang dimiliki oleh Gereja juga harus berkaitan dengan alasan dan sumber keberadaannya. Tujuan ini ditegaskan dalam sebuah visi, misi, dan tujuan-tujuan antara. Maka, jemaat atau gereja harus merumuskan visi, misi dan tujuan-tujuan antara.

Visi, misi, dan tujuan antaranya akan memengaruhi bagaimana sebuah jemaat melaksanakan tugas dan perutusannya. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah visi dan misi yang baik yaitu; menyentuh konsepsi identitas jemaat, dirumuskan bersama, dan dijabarkan sehingga lebih konkret.

Gereja Kristen Pasundan memiliki visi dan misi. Visi dan misi dijabarkan dalam visi dan misi lima tahun dan dimuat dalam RKD GKP. Visi dan misi lima tahun ini harus dijabarkan ke dalam visi dan misi di jemaat. Gunanya adalah untuk memfokuskan visi dan misi GKP di konteks jemaat. Kalau tidak dijabarkan, visi dan misi GKP tidak akan tercapai.

Penjabaran visi dan misi GKP di jemaat diserahkan pada kepemimpinan di jemaat. Karena itu, peran pendeta jemaat sangat dibutuhkan dalam menjabarkan RKD. Jika pendeta jemaat tidak mau dan tidak mampu melakukan tugas ini, maka penjabaran RKD di jemaat kurang berhasil. Otomatis, program di jemaat juga terkendala.

Penjabaran RKD diserahkan pada kepemimpinan di jemaat karena belum ada petunjuk praktis dalam RKD bagi anggota untuk menjabarkan sendiri visi dan misi GKP ke dalam visi dan misi jemaat. Dan memang, petunjuk praktis ini belum pernah dibuat dalam RKD sejak sebelumnya. Demikian pula, dalam rangka evaluasi, peran pendeta jemaat sangat dibutuhkan untuk mengingatkan jemaat dalam membuat laporan pelaksanaan RKD ke sinode.

Visi dan misi yang telah dirumuskan GKP dan tercantum dalam RKD GKP harus dijabarkan di jemaat dalam bentuk visi, misi, dan tujuan antara jemaat. Begitu pun dalam konteks GKP Tanah Tinggi. Namun, pada kenyataannya, hal ini tidak terjadi di GKP Tanah Tinggi. Visi dan misi jemaat yang ada kurang mengacu pada RKD GKP.

Proses penjabaran visi dan misi GKP ke jemaat Tanah Tinggi mengalami kendala karena RKD tidak memuat petunjuk praktis bagaimana menjabarkannya. Tidak ada jembatan atau link dari sinode yang dapat menghubungkan visi dan misi GKP ke visi dan misi jemaat.

Selain itu, orang yang merumuskan visi dan misi GKP di jemaat Tanah Tinggi juga tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjabarkan visi dan misi GKP di jemaat. Ringkasnya, jemaat ini belum memiliki sumber daya manusia yang mampu melaksanakan proses penjabaran visi dan misi GKP ke dalam visi dan misi jemaat. Jemaat membutuhkan pembinaan dan pelatihan supaya tahu dan terampil melakukannya.

Masalah ini mengakibatkan proses penjabaran visi dan misi GKP ke jemaat selama ini kurang baik sehingga belum menghasilkan visi dan misi jemaat yang baik. Visi dan misi jemaat yang ada di Tanah Tinggi jadinya kurang menyentuh konsepsi identitas karena data yang digunakan untuk merumuskan visi dan misi belum menyentuh semua anggota. Visi dan misi ini juga kurang bersama karena belum mewakili kepentingan dan kebutuhan seluruh unsur dalam jemaat. Visi dan misi jemaat Tanah Tinggi kurang konkret karena belum dijabarkan dalam tujuan-tujuan antara.

Akibatnya, meskipun jemaat memiliki visi dan misi tapi visi dan misi ini tidak mampu menunjang proses penyusunan program di jemaat. Program yang ada tetap kurang relevan dan kurang menjangkau kebutuhan sehingga partisipasi anggota tetap lemah.

Karena belum ada petunjuk praktis di RKD yang dapat membantu jemaat menjabarkan visi dan misi GKP ke dalam visi dan misi jemaat, maka jemaat harus menyusun petunjuk praktis untuk menyusun programnya sendiri.


Availability
S00023PerpustakaanAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
-
Publisher
: ., 2009
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan GKP
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search