Text
Harapan Manusia Akan Langit Baru dan Bumi Baru: Sebuah Tinjauan Kristis Atas 2 Petrus 3:1-18
Skripsi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ramalan tentang hari kiamat. Telah sejak dulu, peramal meyakinkan banyak orang bahwa kiamat akan segera terjadi. Padahal pada kenyataanya, kiamat sampai saat ini pun tak kunjung datang.
Topik tentang hari kiamat semakin menguat ketika bencana alam terjadi. Hari kiamat menjadi berita yang aktual dibicarakan di kalangan anggota jemaat khususnya jemaat GKP Cideres dan Sumedang (sebagai objek penelitian dalam skripsi ini). Bencana alam ditafsirkan sebagai tanda yang mengawali peristiwa hari kiamat. Hari kiamat atau hari kedatangan Tuhan kedua kali dipahami oleh sebagian besar anggota jemaat GKP sebagai hadirnya dunia baru yang diskontinu dengan dunia sekarang ini. Pemikiran tersebut akhirnya menimbulkan sikap pesimistis dalam menghadapinya.
Gagasan diskontinuitas dunia dan sikap pesimistis tersebut menimbulkan pergumulan dalam diri saya. Saya ingin mencari pemahaman biblis tentang parousia. Maka, saya meninjau berita parousia menurut Alkitab dalam Kitab PB, secara khusus dari surat 2 petrus 3:1-18. Pergumulan yang dirumuskan dalam bentuk sebuah pertanyaan ialah: sesuaikah gagasan parousia anggota jemaat GKP dengan gagasan parousia menurut Alkitab, yakni dalam surat 2 petrus 3:1-18?
Sebagai pembanding, saya membahas gagasan parousia menurut tiga teolog yaitu Karl Barth, Rudolf Bultmann dan Jürgen Moltmann. Pemikiran tiga teolog tersebut ternyata berisi tentang kontinuitas dunia dan sikap optimistis. Hal ini senada dengan gagasan perikop surat 2 Petrus 3:1-18, namun tak senada dengan gagasan anggota jemaat GKP Cideres dan Sumedang. Maka, berdasar analisis secara eksegetis dan hermeneutis terhadap perikop 2 Petrus 3:1-18 ditarik kesimpulan bahwa gagasan anggota jemaat GKP kurang tepat. Istilah langit baru dan bumi baru menunjukan pembaharuan kualitas dunia bukan pembaharuan esensi dunia. Pembaharuan yang dimaksudkan dalam konteks 2 Petrus 3:1-18 ialah pembaharuan melalui proses kesetiaan umat dan pertobatan orang fasik.
Kata Kunci: Kontinuitas, Diskontinuitas, Optimistis, Pesimistis, Parousia.
| S00040 | Perpustakaan | Available |
No other version available